Bangunlah Jiwa dan Raganya Jadi Tema Projek SMP Sains Cahaya Al Qur’an

Sedang Trending 6 bulan yang lalu
IMG 20221106 1124373 scaled TUNJUK KARYA - Ketua kegiatan berbareng siswa menunjukkan hasil karya dari projek penguatan profil pelajar Pancasila.

PEKALONGAN, Radarpekalongan.id – SMP Sains Cahaya Al Qur’an menjadi salah satu sekolah nan sudah menerapkan kurikulum merdeka pada awal tahun 2022.

Sekolah tersebut menjadi sekolah penggerak angkatan ke dua dengan menerapkan kurikulum merdeka pada siswa kelas 7.Sebagaimana karakter dari kurikulum merdeka nan mempunyai program projek dalam penyelenggaraan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), SMP Sains Cahaya Al Qur’an juga mempunyai projek dengan tema bangunlah jiwa raganya.

Disampaikan Ketua pelaksana dari SMP Sains Cahaya Al Qur’an Desy Tri Hidayanti S.Pd. bahwa projek bangunlah jiwa dan raganya ini menafsirkan SMP Sains Cahaya Al Qur’an tidak hanya mempunyai program projek raga saja namun juga jiwanya.

Meski tergolong baru, namun penyelenggaraan kurikulum merdeka ini mempunyai kesan tersendiri bagi para pembimbing dan siswa, lantaran menurutnya kurikulum merdeka ini menyenangkan dan berbeda dengan kurikulum sebelumnya sehingga merasa tertantang, dan kurikulum ini juga lebih menekankan pada siswa untuk belajar lebih menyenangkan, lebih efektif serta ada projek-projek nan bisa diikuti oleh siswa agar bisa mencapai siswa nan lebih berdikari dan lebih merdeka.

Saat ini, SMP Sains Cahaya Al Qur’an sudah 3 projek nan melangkah selama nyaris satu semester. Tema nan pertama dengan tema style hidup berkelanjutan. Tema ini SMP Sains Cahaya Al Qur’an mengambil corak kegiatan dengan mahfuz Al Qur’an, lantaran menghafalkan Al Qur’an di SMP Sains Cahaya Al Qur’an sudah menjadi kegiatan sehari-hari di sekolah sehingga menjadi kegaiatan nan berkelanjutan.

“Tema pertama ini kita ambil dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan beradab mulia,nah tahfidz itu kan di sekolah kami sudah menjadi keseharian, ya jadi bisa dikatakan style hidup berkepanjangan agar nantinya peserta didik tetap mengingat dengan mahfuz mereka,” ungkap Desy.

Lalu, projek nan kedua dengan tema bangunlah jiwa dan raganya, ialah pengolahan sampah. Karena sampah adalah perihal nan ditemukan setiap hari dan menjadi problem jika tidak di kelola dengan baik. Serta projek nan ke tiga adalah kebhinekaan dunia dengan membikin Mading.

“Mading ini, anak-anak membikin Mading dan konten mereka sendiri, jadi pembimbing memang hanya mendampingi saja,” imbuhnya.

Selain itu, SMP Sains Cahaya Al Qur’an juga mempunyai kegiatan projek seperti melukis poster nan dibuat oleh anak-anak kelas 7 dengan tema lingkungan dan sains.

“Jadi setiap kelas dibentuk perkelompok untuk membikin poster bisa dari bahan cat air dan crayon, lampau hasil lukisan mereka dibingkai nan cantik. Ada juga tikar dan sajadah dari balut minuman sachet serta pot elok nan dilukis pot gantung alias pot tanah. Nah kegiatan itu juga dibentuk berkelompok untuk membentuk dimensi gotong royong, kreatif, dan mandiri,” terang Desy.

Dijelaskan lebih lanjut, hasil karya tersebut tentunya dimanfaatkan dengan baik oleh sekolah, misalnya tong sampah nan dilukis dengan tema lingkungan di manfaatkan di sekolah, lampau ada juga kembang dari kain flanel dan kain perca nan samkin mempercantik ruangan serta kaligrafi nan dibuat oleh siswa nan berprestasi di SMP Sains Cahaya Al Qur’an.

“Kami berharap, semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat meningkatkan produktivitas peserta didik, dapat memacu semangat kami bagi pendidik lebih menemukan pembelajaran nan inovatif dan menyenangkan, dan mudahan-mudahan di sekolah penggerak ini kami bisa menerapkan pembelajaran nan lebih berarti oleh siswa,” pungkasnya.(mal).