Impor Beras Bikin Petani Miskin dan Menangis

Sedang Trending 9 bulan yang lalu
petani di sawah Petani sedang menanam padi di sawah. (abdurrohman/dokumen)

PEKALONGAN,Radarpekalongan.id – Kebijakan pemerintah melakukan impor beras hanya bakal merugikan para petani lantaran berkapak pada jatuhnya nilai beras lokal. Demikian disampaikan aktivis Front Perjuangan Pemuda Indonesia, M Toha kapada Radar.
“Impor beras itu sama saja membikin petani menjadi miskin dan menangis,” ucapnya.
Menurut dia, adanya impor beras salah satu corak perlakuan nan tidak setara dari pemerintah kepada petani nan sudah membanting tulang dan bekerja keras untuk tersedianya kebutuhan pangan di tingkat nasional.
Toha mengungkapkan, impor beras bakal berdampak, khususnya bagi petani di Provinsi Jateng nan dicanangkan sebagai lumbung pangan nasional dengan program peningkatan produksi dan pemasaran beras unggulan. “Kami meminta agar pemerintah tidak melakukan impor beras lantaran bakal merusak nilai beras lokal serta nilai gabah petani menurun,” ujarnya.
Seperti diketahui, Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan berencana mengimpor beras lantaran persediaan beras pemerintah menipis tersebut.
Dijelaskannya, Pemerintah memang tidak mau melakukan impor beras, tetapi nilai beras tidak stabil lantaran stok menipis. Oleh karenanya, Pemerintah mengimpor beras. “Impor beras betul, semua kita tadinya tidak ada nan mau impor beras. Tapi nilai beras naik, maka kita kudu beli,” bebernya.
Diungkapkannya, stok beras di penyimpanan Bulog dikatakan tidak dapat cukup untuk kebutuhan dalam negeri. 
“Nah kenapa kudu beli, lantaran bulog operasi pasar, barangnya habis. Stok Bulognya tinggal sedikit,” ungkapnya.
Diterangkannya, jika Pemerintah tidak segera menambah stok CBP, maka nilai beras bakal terus naik.
“Nah jika tinggal sedikit, kan market tidak confidence, Bulognya terganggu. Maka nilai bisa melonjak lagi, na harusnya gimana,” terangnya.
“Harus stoknya kembali cukup agak confiden, berapa. Stoknya itu dari dulu paling kurang 1,2 juta,” tambahnya. (dur/disway.id)