Peluang Usaha Dari Minuman Herbal Kesehatan

Sedang Trending 9 bulan yang lalu
IMG 20221204 090512 scaled Wati tunjukkan produk minuman kesehatan nan dijajakan di Pameran UMKM./(Dwi Fusti Hp)

Radarpekalongan.id – Kepopuleran jamu meningkat sejak pandemi Covid-19 melanda. Jamu banyak diincar lantaran dipercaya bisa memelihara kesehatan tubuh. Namun, gimana kesempatan upaya dari minuman kesehatan dikala pasca pandemi ini.

Salah satu UMKM asal Tirto, Pekalongan nan sempat berhasil dan menggeluti minuman jamu tradisional adalah Sriwati alias berkawan di panggil Bunda Wati.

UMKM ini menarik konsumen dengan menggeluti upaya jamu tradisionalnya nan dibungkus apik mengikuti perkembangan era secara instan, mudah dikonsumsi dan praktis.

“Produk awal kita ada Jahe nan dilabeli Jahe Instan Novi, namun seiring berjalannya waktu  sekarang sudah beragam produk nya,” kata Wati.

Diantaranya ragam produk olahan jamu tradisional nan sekarang dikenal dengan brand Ny.Wati ini meliputi Jahe Merah Instan, Jahe Brengkele alias Sari dari Jahe Merah, Kunir Instan, Kunir Putih, Sari Temulawak, Kencur, Kamu Susut Perut, Rapet Wangi, Jamu Kencing Manis, Lulur Wangi dan nan terbaru ada Kamu Uwuh.

“Terbaru tiga bulan terakhir ada Jamu Uwuh alias dalam makna pembahasan Jawa Sampah. Tetapi sampah disini kaya faedah nan terdiri Alang-alang, kapulaga, jahe, serai dan lainya dicampur jadi satu dan bisa langsung diseduh.  Dan Alhamdulillah lakunya pesat sekali ini,” katanya.

Untuk proses pembuatan pun terbilang tetap tradisional, tidak butuh waktu lama untuk proses produksi. Dan nan paling krusial untuk bahan baku menurut Wati mudah di dapat.

Sedangkan, untuk kisaran nilai produk jamu Ny.Wati ini dipatok mulai dari Rp10 ribu hingga ratusan ribu.

Seiring berjalannya waktu, dituturkan Wati upaya jamu instannya sekarang diakui mengalami penurunan dibandingkan waktu pandemi.

“Kalau dulu sehari rata-rata 20 kg, namun setelah jatuh saat ini rata-rata hanya bisa 5 kg per produksi. Jadi memang saat ini terjadi kemerosotan produksi tidak seperti pandemi,” lanjutnya.

Meski demikian Wati tetap eksis dengan giat menggelar pameran produk hingga memperluas pemasaran tidak hanya secara online,  juga dititipkan dibeberapa swalayan modern nan ada di Pekalongan.

“Kedepan saya mau lebih konsen saja dengan produk nan lebih ada, sembari mengumpulkan modal kembali untuk memajukan usaha,” tandasnya.(DF)