Rasa Syukur Dapat Menghindari Musibah dan Azab Allah Swt

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Rasa syukur dapat menghindari musibah, betulkah?

PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Apakah ada kaitan antara rasa syukur denga musibah nan terjadi akhir-akhir ini. Baik gempat di Cianjur dan gempat di beberapa tempat maupun musibah gunung Meletus?

Sangat erat kaitannya antara rasa syukur dan adanya musibah sesuai dengan firman Allah Swt. dalam Al Quran Surat Ibrahim ayat 7 Allah Swt berfirman,

“Sesungguhnya jika Anda bersyukur, niscaya Aku bakal menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika Anda mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

Ayat ini adalah peringatan Allah Swt agar senantiasa mensyukuri segala nikmat nan sudah diberikan, baik nikmat nan terlihat mini maupun nikmat nan terlihat besar.

Namun demikian, ayat ini untuk muhasabah kita semua. Bukan untuk menghakimi si A salah, si B salah. Siapa tahu kita juga banyak kesalahan namun Allah Swt belum memberikan musibah.

Apakah di tempat musibah ada kemaksiatan dan orang-orangnya kurang bersyukur? Itu bukan kewenangan dan kewenangan kita untuk menghakimi. Tugas kita hari ini adalah membantu meringankan beban mereka.

Paling tidak mendoakan agar mereka diberi kekuatan, diberi kesabaran dan ketabahan menghadapi musibah. Mohon kepada Allah Swt. Agar mereka diberi pembebasan di mata Allah Swt.

Esensi Rasa Syukur dan Nikmat

Sebenarnya nikmat itu tidak ada kategori besar maupun kecil. Manusia nan membikin kategorisasi saja. Contoh sederhana, ketika mendapatkan nominal proyek nan besar, kadang kita menilai itulah nikmat besar, ketika mendapatkan proyek nan nominalnya lebih kecil, kita menilai itu nikmat kecil.

Sejatinya, tidak ada nikmat kecil, semua nikmat itu besar. Mengapa? Karena semua nikmat nan diberikan oleh Allah Swt itu sangat berfaedah bagi kita sesuai dengan kadar masing-masing.

Nikmat sehat misalnya, kadang nikmat itu tidak dianggap krusial oleh manusia dan dilupakan. Namun ketika sakit datang dan kita tidak bisa melakukan nyaris seluruh kegiatan lantaran tubuhnya memerlukan istirahat, baru kita rasakan sungguh pentingnya nikmat sehat itu.

Yang paling menentukan kita adalah nikmat bernafas dan menghisap oksigen. Ketika kita susah bernafas dan memerlukan tabung oksigen, nilai tabung oksigen sekitar Rp 700 ribu dan itu hanya untuk beberapa hari saja.

Padahal Allah Swt sudah memberikan oksigen secara cuma-cuma dari alam ini tinggal menghisap. Sesungguhnya tidak ada nikmat nan sepele, tidak ada nikmat nan dianggap kecil. Hanya orang-orang nan tidak mensyukuri nikmat sajalah nan menganggap ada nikmat besar dan kecil. Sesungguhnya, nikmat itu semuanya besar dan agung dari Allah Swt.

Tsalabah, Orang nan Tidak Bersyukur

Salah satu sosok nan dinilai tidak mempunyai rasa syukur adalah Tsalabah. Dalam suatu kesempatan Tsalabah meminta didoakan oleh Rasulullah untuk menjadi orang kaya. Namun Rasulullah menolaknya.

Rasulullah bertanya siapakah tokoh panutanmu?, Tsalabah menjawab, Rasulullah. Kemudian Rasulullah bertanya lagi, apakah Rasulullah orang kaya alias bukan, Tsalabah menjawab bukan. Rasulullah melanjutkan, kenapa orang nan engkau jadikan panutan saja tidak kaya, namun engkau mau menjadi orang kaya.

Namun tampaknya Tsalabah tidak berakhir sampai di situ. Dia tetap meminta nan kedua kalinya. Permintaan kedua pun ditolak. Apakah Tsalabah berakhir meminta didoakan? Tidak, dia mencoba kembali agar didoakan oleh Rasulullah agar menjadi orang kaya.

Dan untuk nan ketiga kalinya, akhirnya Rasulullah bermohon kepada Allah Swt agar Tsalabah diberi kekayaan. Kemudian Rasulullah memberi seekor kambing kepada Tsalabah.

Lama kelamaan kambing Tsalabah berkembang biak, dari satu menjadi 3, dari tiga menjadi 7, dari 7 apalagi menjadi 15 dan seterusnya. Bahkan kambing Tsalabah sampai ribuan. Setelah kambingnya ribuan, Tsalabah nan awalnya giat shalat pun, dia mulai tidak terlihat menjalankan shalat jamaah.

Sampai pada suatu saat, Rasulullah mengutus salah seorang sahabatnya untuk meminta amal dari Tsalabah. Ketika sahabat Rasulullah datang dan berbicara mau meminta amal dari Tsalabah, apa nan terjadi dengan Tsalabah?

Di luar dugaan, Tsalabah menolak untuk diambil zakatnya tersebut. Dia berkata,

“Ini adalah hartaku, kekayaan warisanku. Mengapa engkau datang kepada saya mau mengambil zakat? Aku tidak mau untuk mengeluarkan zakat.”

Utusan Rasulullah tersebut kembali kepada Rasulullah dan menceritakan pengalamannya ketika berjumpa Tsalabah.

Mendengar cerita utusan tersebut Rasulullah marah besar dan mengutuk Tsalabah dengan berkata,

“Celaka Tsalabah….. Celaka Tsalabah…. Celaka Tsalabah….”

Rasulullah  berbicara celaka Tsalabah sampai tiga kali. Mengapa sampai dikatakan tiga kali? Ini adalah parameter Rasulullah marah besar atas sikap Tsalabah nan lupa diri bahwa  dulu dia adalah orang miskin dan meminta didoakan oleh Rasulullah agar didoakan.

Setelah Rasulullah berbicara celaka Tsalabah sampai tiga kali, akhirnya terdengar juga sampai ke telinga Tsalabah. Dia berencana untuk mengeluarkan zakatnya. Namun tak seorang pun nan mau menerima amal dari Tsalabah. Sampai-sampai Tsalabah merasa ketakutan dan frustrasi.

Di luar logika manusia, akhirnya dalam suatu titik, Tsalabah  kebali menjadi orang miskin kembali lantaran lupa diri bahwa kekayaan nan dimilikinya adalah rezeki dari Allah nan kudu disyukuri lewat zakat.

Makna Rasa Syukur

Pengajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Simbang Wetan menekankan pentingnya berterima kasih bagi siswa-siswi kepada Allah Swt atas segala nikmat nan telah diberikan. Bersyukur tentang beragam nikmat nan sudah diberikan. Baik nikmat nan terlihat maupun nan tidak terlihat.

Contohnya, nikmat nan langsung dirasakan adalah nikmat melihat, nikmat mendengar, nikmat sehat, nikmat melangkah dll. Ada juga nikmat nan tidak terlihat seperti nikmat iman, nikmat Islam, nikmat hidayah dll.

Implementasi sederhana bagi siswa-siswi SD adalah, selalu mengucapkan Alhamdulullah setiap hari atas nikmat-nikmat nan diberikan Allah Swt. Siswa selalu mengucapkan, alhamdulillah diberi nikmat sehat, alhamdulillah hari ini tetap bisa makan, alhamdulullah hari ini tetap bisa bernafas, alhamdulullah hari ini tetap bisa belajar dan menuntut pengetahuan dll.

Semoga penerapan rasa syukur bagi siswa bisa menjadikan mereka kelak setelah dewasa selalu mensyukuri segala nikmat nan diberikan Allah Swt. (*)

Baca Juga:

Mau Jadi Remaja nan Banyak Teman dan Disukai? Ini 5 Tips jadi Anak Gaul nan Positif

Guru Idaman Wajib Tahu 3 Gaya Belajar Siswa di Bawah Ini

Perempuan Perlu Bicara 20.000 Kata per Hari, 5 Tips untuk para Suami agar Jadi Pendengar nan Baik

5 Level Mendengarkan dalam Pola Coaching dan Komunikasi Interpersonal, Anda di Level Mana?